Alami Pembengkakan Mata Kronis, Berawal dari Mata Kemerahan Kena Debu


Tak lama setelah operasi payudara, derita yang dialami Nuriyatmi kini bertambah dengan pembengkakan pada bagian mata kanannya.

“Awalnya itu mengalami kemerahan akibat debu sebab saat itu Nuryatmi bekerja di salah satu gudang di Jayapura, lalu dibawa ke rumah sakit dan saat diperiksa hanya iritasi biasa,” kata Anto.


Karena hanya iritasi biasa sehingga diberi obat tetes mata pada bagian yang sakit.

Dan di tahun 2014, mata kanannya mulai dirasa ada pembengkakan.

“Dari situ matanya mulai membengkak dan pembengkakan itu terus bertambah besar hingga menutupi mata bagian kanan dan tidak bisa melihat, kemudian ada juga luka di bagian punggungnya,” kata Anto lagi.

Tak puas dengan diagnosa dokter di rumah sakit, Anto lalu membawa istrinya ke dokter lain.


Namun, diagnosisnya tetap sama, yaitu iritasi.

Kondisi tersebut tak membuatnya patah semangat. Dia terus berupaya untuk melakukan pengobatan terhadap istrinya ke beberapa rumah sakit lainnya, tetapi belum juga menunjukkan perubahan.

“Akhirnya saya langsung memutuskan untuk kembali ke kampung halaman yakni di Desa Bale, Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan (Tikep), guna melakukan pengobatan tradisional lantaran tidak ada biaya lagi,” ujarnya.

Anto mengaku, sangat ingin membawa istrinya dioperasi di rumah sakit.

Hanya saja, biaya yang besar kerap membuatnya mengurungkan niat.

“Biaya operasi kanker menghabiskan ratusan juta sementara kami hanya dari keluarga kurang mampu,” kata Anto.

“Sampai saat ini belum bisa bawa ke rumah sakit untuk operasi karena tidak ada biaya,” tuturnya kemudian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Doa Suami untuk Istri yang 2 Tahun Derita Kanker Payudara dan Pembengkakan Mata"

0 Response to "Alami Pembengkakan Mata Kronis, Berawal dari Mata Kemerahan Kena Debu"

Posting Komentar